Ayah….
Seperti saat kau ingatkan aku dengan senyummu sepuluh tahun lalu,
Ak rindu semangat itu,
semangat dari senyumMu
Tak ada yg tak mungkin kataMu
Ayah….
Kenapa dengan air mataku,
bukan kah ini sumpahku?
Bangkit dan berdiri dengan kakiku sendiri
Bukan menyerah pada hati
Ayah….
Bila habis waktuku untuk Mu
Maka katamu adalah semangatku…
Dan Teladanmu adalah sifatku
Ayah…
Aku rindu senyum Mu untukku kelak Dan berkata “inilah anakku…”
Soerabaija, 28 April ‘09